Sehangat bandrek itu sayang!

Semesta memang menciptakan kita untuk satu. Kerinduan yang kian membucah telah disampaikan oleh bisik angin malam, kedatanganmu yang tiba-tiba memberi hangat di dada. Seperti ini sayang, seperti ini yang aku mau. Rindu berbicara meski bibir kita saling diam.

Tiga minggu sudah kita terpisahkan oleh kesibukan masing-masing, satu kota memang namun sangat sulit untuk bertemu dan bertamu. Malam itu enggan rasanya senyumku hilang, pelukan hangatmu masih saja terasa meski kita sudah kembali dipisahkan oleh sebuah keharusan. 
Malam itu kau menegaskan kembali betapa rindunya kau padaku lewat tatapa
n mata dan sentuhan jemari. Aku pun begitu Bang, lebih dari tiga minggu kita tak bertatap muka membuatku merindukanmu. Kita banyak bercerita ditemani secangkir bandrek yang menambah hangatnya suasana malam di kota Bika Ambon ini.

Kau bercerita mengapa sangat sulit untuk ditemui, kau bilang kau takut untuk memberitahukan padaku, takut aku tak meridhoi dan melupakanmu. Tidak sayang, aku dukung segela mimpimu. Aku mengenalmu, aku tahu sungguh obsesi dan khayalan gilamu tentang negeri bombay itu. Pergilah, tiga bulan hanya waktu yang sebentar bagi kita. Aku tidak marah, justru aku akan mendo'akan mu terus dan berulang, semoga semua mimpimu terwujud dan kelak kau akan membawaku menyusuri mimpi-mimpimu yang lain. Berdua denganku, menghasbikan sisa hidupmu untukku.

Terima kasih sayang, setidaknya rindu ini sedikit terobati.  Malam itu sungguh hangat, segelas bandrek dan pelukan rindu telah banyak bercerita meski bibir kita hanya mengungkapkan sehasta kata.

0 comments:

Post a Comment

Bloggerperempuan

Blogger Perempuan
 
Catatan Si Butet Blog Design by Ipietoon